Menghidupkan kembali PC tua dengan biaya murah
By rio on Jun 18, 2009 with Comments 1
Jangan buang PC tua anda — maksimalkan kinerjanya dengan up-grade ringan
Kita mungkin sedikit terobsesi akan membetulkan rumah atau memodifikasi mobil, tetapi membuang PC kita saat ia mulai memberi bermasalah. Hari gini, resesi dan situasi keuangan yang kacau menjadikan satu hal yang menarik untuk memperbaiki komputer tua kita, karena PC berumur 3-4 tahun dapat diremajakan dengan sangat mudah.
Alih-alih menyimpan 1-2 kg aluminum, silikon dan besi jauh dari keranjang sampah, sebuah PC rubahan akan nampak lebih powerful dari pada model PC baru. Sehubungan dengan proyek renovasi ini, anda juga harus hati-hati — jika anda membeli parts terbaru yang bagus, hal ini akan berakhir dengan membayar lebih mahal daripada membeli PC baru.
Dengan patokan tersebut, kita coba meng-upgrade Dell Dimension 8300 desktop PC yang telah saya miliki selama 4 tahun. Ketika baru, harganya sekitar 17 juta dengan layar monitor 17-inch. Sekarang ia lambat, berbunyi nyaring dan mudah panas.
Saya telah mendapatkan 2 pemikiran untuk dana membangkitkan PC saya. Yang pertama dari upgrade ini saya akan dapat extra speed dan power untuk sekitar 2.5 jt — kurang dari harga PC baru. Hati-hati memilih komponen mana yang akan diganti dan mana yang yang ingin dipertahankan, saya ingin meningkatkan performance sistem saya sekitar 30%. Untuk memenuhi hal tersebut, saya berencana memasang RAM yang lebih besar, sebuah harddisk modern beserta graphics dan audio card yang lebih bagus.
Tantangan untuk upgrade kedua adalah membuat “PC tua” ini sesuai untuk digital lifestyle saat ini dengan tambahan sekitar 1.25 jt, dan menjadikan total dana saya 3.75 jt. Saya berencana menambahkan sebuah TV tuner, webcam dan sebuah wireless keyboard/mouse combo. Dengan kata lain, target saya adalah menjadikannya komputer yang lebih baik daripada sebelumnya dengan dana yang lebih sedikit dibandingkan jika saya membeli sebuah sistem baru dengan hal ekstra tersebut.
Hal yang mengejutkan, satu-satunya alat yang saya pergunakan untuk melakukan hal tersebut hanyalah sebuah obeng kembang, dan keseluruhan proyek ini selesai dalam satu hari. Ketika saya telah selesai, mungkin saya tidak memiliki sistem yang cukup untuk mengedit video atau menangani proyek 3D, tetapi sudah lebih dari cukup untuk menulis, browsing internet dan menonton Video DVD.
Mengukur perubahan performa
Untuk melihat efek upgrade yang telah saya lakukan, saya melakukan pengukuran dengan benchmark tool PassMark’s PerformanceTest 6.1 , yang akan melakukan tes pada semua kompinen utama yang saya pakai dan memberikan score keseluruhan. Selain itu saya juga akan melakukan penghitungan waktu start up dan mengukur daya yang dipergunakan dengan P3 International’s Kill A Watt P4400 power meter.
Dan hasilnya, sistem saya ini mendapat skor 291.1 (setara dengan level netbook jaman sekarang) pada PassMark, mendapati lebih dari 4 minutes untuk start up dan menggunakan daya 120 watts, tidak termasuk monitor. Sekarang waktunya untuk bekerja dan melihat apakah kita bisa membuat suara film kita lebih kencang…..
tunggu kelanjutannya…..
Filed Under: Catatan
About the Author:
memang bner…klo sudah tua biasanya dilupakan…tapi usahakan komputer tersebut bisa digunakan dan di optimalisasikan dengan baik…!!!